Fixed-Dose Combination (FDC) atau disebut juga Kombinasi Dosis Tetap yang mengandung Dolutegravir sering disebut sebagai TLD (Tenofovir, Lamivudine, Dolutegravir). Menurut panduan WHO, kombinasi ini merupakan standar emas atau pengobatan utama (lini pertama) dengan rejimen satu pil sekali sehari untuk pasien HIV di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Apa saja komponen utama TLD?
Tiga komponen obat antiretroviral tersebut adalah:
- T (Tenofovir Disoproxil Fumarate): 300 mg (Golongan NRTI)
- L (Lamivudine): 300 mg (Golongan NRTI)
- D (Dolutegravir): 50 mg (Golongan INSTI)
Secara farmakologi, kombinasi 2 NRTI (Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors) ditambah 1 INSTI (Integrase Strand Transfer Inhibitors) ini merupakan rejimen yang sangat kuat dan direkomendasikan untuk menekan virus HIV secara maksimal.
Apa manfaat utama dari FDC TLD ini?
Penggunaan FDC TLD ini memberikan manfaat besar bagi pasien dan program kesehatan, yaitu:
- Meningkatkan Kepatuhan: Mengurangi jumlah pil yang harus diminum pasien, dari tiga tablet terpisah menjadi hanya satu tablet sehari, yang secara signifikan mempermudah kepatuhan minum obat.
- Memiliki Efektivitas yang Tinggi: Dolutegravir dikenal dapat menekan viral load lebih cepat dan memiliki ambang resistensi yang lebih tinggi dibandingkan rejimen antiretroviral lama.
- Dapat Mengurangi Biaya: Sediaan FDC, terutama yang diproduksi secara generik, memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dan mengurangi biaya keseluruhan program pengobatan untuk pasien.
- Penyederhanaan Logistik: Dalam proses distribusi dan manajemen stok obat di fasilitas kesehatan menjadi lebih sederhana karena hanya perlu mengelola satu jenis pil.
TLD dalam Program ARV Indonesia
Sejak adopsi TLD, rejimen ini telah dimasukkan ke dalam Formularium Nasional (Fornas) dan menjadi rejimen lini pertama yang direkomendasikan di Indonesia untuk sebagian besar Orang Dengan HIV (ODHA) yang baru memulai Terapi Antiretroviral (ART). Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun TLD sangat efektif, ada beberapa kondisi pasien yang mungkin memerlukan penyesuaian dosis Dolutegravir atau pemantauan khusus sesuai panduan klinis, seperti adanya koinfeksi Tuberkulosis (TB) yang menerima pengobatan Rifampisin, kondisi tertentu pada ibu hamil.



