Dalam upaya menekan ketergantungan impor Bahan Baku Obat (BBO) nasional yang saat ini masih mencapai sekitar 90%, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menggelar Diskusi Sektoral bertajuk “Penguatan Ketahanan Kesehatan dan Kemandirian Industri Nasional Subsektor Bahan Baku Obat”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026 ini bertempat di fasilitas produksi PT Kimia Farma Plant Banjaran, Kabupaten Bandung, serta dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga pimpinan PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP).
Forum strategis ini membahas langkah-langkah konkret dalam menata rantai pasok dari hulu ke hilir serta memitigasi risiko disrupsi pasokan global. Selain mendengarkan pemaparan mengenai profil operasional, kapasitas, dan inovasi produk, para pemangku kepentingan juga menyoroti pentingnya penyiapan mekanisme insentif yang tepat guna mendorong daya saing BBO hasil produksi dalam negeri di tengah pertumbuhan positif sektor industri kimia dan farmasi nasional.
Agenda ini mencakup kegiatan meninjau secara langsung fasilitas produksi PT Kimia Farma Plant Banjaran. Sinergi dan peninjauan lapangan ini diharapkan dapat menghasilkan pemetaan tantangan serta perumusan kebijakan yang tepat sasaran demi mewujudkan ekosistem industri farmasi Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing tinggi.



